ASJ LKPD 12 (WEB_SERVER)

 

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD_12)Jaringan komputer Transparansi Grafis Jaringan Portable, infrastruktur  jaringan, Jaringan komputer, elektronik png | PNGEgg










Nama : DAFFA APRIANSYAH M

Kelas : XI TJKT 1


Mata Pelajaran: Administrasi Sistem Jaringan / Sistem Operasi Jaringan / Pemrograman Web Topik: Instalasi dan Konfigurasi Web Server (Apache2) di Debian 

Alokasi Waktu: 2 Pertemuan


A. TUJUAN PEMBELAJARAN:

Setelah menyelesaikan LKPD ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan konsep dasar Web Server dan protokol HTTP/HTTPS.

  2. Memahami peran Apache2 sebagai web server populer di Linux.

  3. Melakukan instalasi paket Apache2 di Debian Server.

  4. Menguji fungsi dasar web server dari komputer klien.

  5. Menempatkan dan mengelola file website di direktori web server.

  6. Memahami dasar-dasar Virtual Host (opsional, sebagai pengenalan).


B. TEORI SINGKAT:

1. Web Server:

Web Server adalah program komputer yang bertanggung jawab untuk menerima permintaan HTTP dari klien (biasanya

eb browser), melayani halaman web, dan konten web lainnya seperti gambar, stylesheet, dan skrip. Web server bertindak sebagai perantara antara pengguna dan website yang mereka ingin kunjungi. Ketika Anda mengetikkan alamat website di browser, browser mengirim permintaan ke web server, dan web server merespons dengan mengirimkan file-file website tersebut kembali ke browser Anda.

2. Apache2:

Apache HTTP Server, sering disebut Apache, adalah salah satu web server open-source yang paling populer dan banyak digunakan di dunia. Dikenal karena fleksibilitas, stabilitas, dan kemampuannya untuk dikustomisasi melalui berbagai modul. Apache2 adalah versi terbaru dari Apache yang digunakan di Debian dan banyak distribusi Linux lainnya.

Direktori default untuk menyimpan file website di Apache Debian adalah /var/www/html/.


C. ALAT DAN BAHAN:

  1. Satu Virtual Machine (VM) yang akan menjadi Debian Server (sudah terinstal Debian Server Core dengan IP statis dan SSH aktif).

  2. Satu Virtual Machine (VM) yang akan menjadi klien Windows/Linux (misal: Windows 10/11 atau Linux Client).

  3. Software Virtualisasi: Oracle VirtualBox, VMware Workstation Player/Pro, atau Hyper-V.

  4. Koneksi jaringan internal antar VM (misal: mode Internal Network atau Host-Only Adapter di VirtualBox/VMware, atau Private Switch di Hyper-V) untuk simulasi jaringan lokal. Pastikan klien dan server berada dalam segmen jaringan yang sama dan dapat saling ping.

  5. Aplikasi klien SSH (misal: PuTTY untuk Windows, atau terminal bawaan untuk Linux/macOS) untuk mengakses Debian Server.

  6. Web Browser (Google Chrome, Mozilla Firefox, Microsoft Edge, dll.) di klien.

  7. Text Editor (Nano/Vi di Debian, Notepad++/VS Code di Windows) untuk membuat file HTML/PHP.

  8. Lembar kerja dan alat tulis.


D. KESELAMATAN KERJA:

  1. Pastikan sumber daya listrik stabil.

  2. Ikuti instruksi dengan cermat.

  3. Berhati-hatilah saat mengedit file konfigurasi sistem. Selalu backup file konfigurasi penting sebelum mengeditnya.

  4. Laporkan kepada guru/instruktur jika ada kendala atau kerusakan.

  5. Pastikan IP Address Debian Server adalah statis dan tidak ada firewall yang memblokir port HTTP (port 80) atau HTTPS (port 443).


E. LANGKAH KERJA:

BAGIAN 1: PERSIAPAN DEBIAN SERVER

1.Login ke Debian Server:
    • Akses Debian Server Anda melalui konsol VM atau via SSH dari komputer Host/klien.

    • Login sebagai user biasa (misal: adminlab), lalu gunakan sudo su - atau sudo -i untuk berpindah ke user root.





2.Verifikasi IP Address Server (STATIS):
    • Ketik ip a

    • Pastikan IP Address server Anda sudah statis (misal: 192.168.10.10/24). Ini akan menjadi IP web server Anda.

    • Hasil:





3.Update Sistem:
    • Sebelum menginstal paket baru, selalu update daftar paket dan upgrade sistem:

      • apt update

      • apt upgrade -y






BAGIAN 2: INSTALASI APACHE2

1.Instal Paket Apache2:
    • Ketik perintah berikut untuk menginstal paket web server Apache2:

      • apt install apache2 -y

    • Tunggu hingga proses instalasi selesai.





2.Verifikasi Layanan Apache2:
    • Setelah instalasi, layanan Apache2 seharusnya otomatis berjalan. Anda bisa memeriksanya dengan:

      • systemctl status apache2

    • Pastikan statusnya active (running).






BAGIAN 3: PENGUJIAN WEB SERVER DARI KLIEN

1.Konfigurasi Jaringan Klien (Windows/Linux):
    • Pada VM klien Windows/Linux, pastikan adaptor jaringannya diatur ke mode yang sama dengan server (Internal Network/Host-Only).





    • Konfigurasi IP Address klien agar berada dalam segmen jaringan yang sama dengan server (misal: 192.168.10.20/24). Pastikan klien dapat ping ke IP Debian Server.






2.Akses Default Page Apache:
    • Buka Web Browser di klien Windows/Linux Anda.

    • Ketik IP Address Debian Server Anda di address bar: http://192.168.10.10

    • Tekan Enter.

    • Anda seharusnya melihat halaman "Apache2 Debian Default Page". Ini menandakan web server Apache2 Anda telah berfungsi dengan baik dan dapat diakses dari jaringan.





BAGIAN 4: HOSTING HALAMAN WEB SEDERHANA

1.Mengenal Direktori Default Web Apache:
    • Direktori default tempat Apache mencari file website adalah /var/www/html/.

    • Isi dari direktori ini akan ditampilkan ketika Anda mengakses IP web server.

2.Membuat File HTML Sederhana di Server:
    • Kembali ke terminal Debian Server Anda (via SSH atau konsol VM).

    • Hapus file index.html default (opsional, jika Anda ingin halaman Anda menjadi default):

      • rm /var/www/html/index.html





    • Buat file HTML baru:

      • nano /var/www/html/index.html







    • Isi dengan kode HTML sederhana berikut:

HTML

<!DOCTYPE html>

<html lang="en">

<head>

    <meta charset="UTF-8">

    <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">

    <title>Halaman Web Pertama Saya</title>

    <style>

        body { font-family: Arial, sans-serif; text-align: center; margin-top: 50px; background-color: #f0f0f0; }

        h1 { color: #333; }

        p { color: #666; }

    </style>

</head>

<body>

    <h1>Selamat Datang di Web Server Debian Saya!</h1>

    <p>Ini adalah halaman web sederhana yang dihosting oleh Apache2 di Debian.</p>

    <p>Anda berhasil menginstal dan mengkonfigurasi web server.</p>

    <p>Waktu Server: <span id="time"></span></p>


    <script>

        function updateTime() {

            const now = new Date();

            document.getElementById('time').textContent = now.toLocaleString();

        }

        setInterval(updateTime, 1000);

        updateTime();

    </script>

</body>

</html>






  • Tekan Ctrl+X, lalu Y, lalu Enter untuk menyimpan dan keluar.


3.Membuat File PHP Sederhana (Opsional - Jika ingin mendukung PHP):
    • Jika Anda ingin web server Anda juga bisa menjalankan PHP, Anda perlu menginstal paket PHP untuk Apache:

      • apt install php libapache2-mod-php -y





      • systemctl restart apache2





    • Buat file PHP baru:

      • nano /var/www/html/info.php





    • Isi dengan kode berikut:

PHP

<?php

phpinfo();

?>





  • Tekan Ctrl+X, lalu Y, lalu Enter.

4.Uji Akses Halaman Web dari Klien:
    • Kembali ke Web Browser di klien Anda.

    • Refresh halaman http://192.168.10.10. Anda seharusnya sekarang melihat halaman HTML sederhana yang Anda buat.





    • Jika Anda membuat info.php, akses http://192.168.10.10/info.php. Anda seharusnya melihat halaman informasi PHP.






BAGIAN 5: KONFIGURASI VIRTUAL HOST (OPSIONAL/PENGENALAN)

Catatan: Konfigurasi Virtual Host memungkinkan Anda untuk meng-host lebih dari satu website pada satu web server yang sama, masing-masing dengan nama domainnya sendiri (misal: www.domainku.com dan www.domainlain.net). Ini adalah konsep lanjutan.

1.Membuat Direktori untuk Virtual Host:
    • mkdir -p /var/www/domainku.local/public_html

    • chown -R www-data:www-data /var/www/domainku.local

    • chmod -R 755 /var/www/domainku.local







2.Membuat File HTML untuk Virtual Host:
    • nano /var/www/domainku.local/public_html/index.html







    • Isi dengan HTML berbeda:

HTML

<!DOCTYPE html>

<html lang="en">

<head>

    <meta charset="UTF-8">

    <title>Domainku.local</title>

</head>

<body>

    <h1>Ini adalah Website untuk domainku.local</h1>

    <p>Berhasil membuat Virtual Host!</p>

</body>

</html>







  • Simpan dan keluar.

3.Membuat File Konfigurasi Virtual Host:
    • Salin template default:

      • cp /etc/apache2/sites-available/000-default.conf /etc/apache2/sites-available/domainku.local.conf





    • Edit file baru:

      • nano /etc/apache2/sites-available/domainku.local.conf







    • Ubah isinya menjadi:

Apache

<VirtualHost *:80>

    ServerAdmin webmaster@localhost

    ServerName domainku.local       # Nama domain virtual host Anda

    ServerAlias www.domainku.local  # Alias jika ada


    DocumentRoot /var/www/domainku.local/public_html

    <Directory /var/www/domainku.local/public_html/>

        Options Indexes FollowSymLinks

        AllowOverride All

        Require all granted

    </Directory>


    ErrorLog ${APACHE_LOG_DIR}/error.log

    CustomLog ${APACHE_LOG_DIR}/access.log combined

</VirtualHost>





  • Simpan dan keluar.

4.Mengaktifkan Virtual Host dan Menonaktifkan Default:
    • Nonaktifkan default site:

      • a2dissite 000-default.conf





    • Aktifkan virtual host baru:

      • a2ensite domainku.local.conf





5.Uji Konfigurasi Apache dan Restart:
    • apache2ctl configtest (Pastikan Syntax OK)

    • systemctl restart apache2





6.Konfigurasi DNS Klien untuk Virtual Host (Jika DNS Server lokal sudah diatur):
    • Jika Anda sudah mengkonfigurasi DNS Server di Debian (seperti LKPD sebelumnya), tambahkan A record untuk domainku.local yang menunjuk ke IP web server Anda (192.168.10.10).














    • Jika tidak, edit file hosts di klien Windows (C:\Windows\System32\drivers\etc\hosts) atau Linux (/etc/hosts) dan tambahkan baris:

      • 192.168.10.10 domainku.local

7.Uji Akses Virtual Host dari Klien:
    • Buka web browser di klien.

    • Ketik http://domainku.local di address bar. Anda seharusnya melihat halaman HTML untuk domainku.local.





F. HASIL PENGAMATAN / ANALISIS:

  1. Apa fungsi utama dari web server?

  2. Apa perbedaan antara index.html dan info.php dalam konteks web server Apache2? Apa prasyarat agar info.php dapat dieksekusi?

  3. Jelaskan konsep Virtual Host pada Apache2! Kapan Anda akan menggunakannya?

  4. Bagaimana cara memverifikasi bahwa layanan Apache2 berjalan dengan benar di Debian Server?


JAWABAN

1️⃣ Apa fungsi utama dari web server?

Fungsi utama web server adalah:

Menerima permintaan (request) dari client melalui protokol HTTP/HTTPS dan mengirimkan kembali halaman web atau data yang diminta.

Secara lebih rinci, web server berfungsi untuk:

  • Menyajikan file statis seperti HTML, CSS, gambar, dan JavaScript

  • Menjalankan file dinamis (misalnya PHP) melalui interpreter

  • Mengelola koneksi client (browser)

  • Mengatur keamanan dan akses (permission, port, virtual host)

Contoh web server: Apache2, Nginx, LiteSpeed

2️⃣ Perbedaan antara index.html dan info.php pada Apache2

serta prasyarat agar info.php dapat dieksekusi

🔹 index.html

  • File statis

  • Isinya langsung dikirim ke browser

  • Tidak membutuhkan software tambahan

  • Diproses langsung oleh Apache

📌 Contoh penggunaan:

  • Halaman landing

  • Tampilan statis website

🔹 info.php

  • File dinamis

  • Berisi kode PHP

  • Harus diproses dulu oleh PHP interpreter

  • Hasil eksekusinya baru dikirim ke browser

📌 Contoh:

<?php
phpinfo();
?>

✅ Prasyarat agar info.php bisa dieksekusi:

  1. PHP sudah terinstal

    php -v
    
  2. Modul PHP untuk Apache aktif

    apache2ctl -M | grep php
    
  3. Apache direstart / reload

    systemctl restart apache2
    
  4. File .php berada di DocumentRoot

  5. Permission file benar (misalnya 644)

Jika PHP tidak terpasang, maka info.php akan tampil sebagai kode sumber, bukan dieksekusi.

3️⃣ Jelaskan konsep Virtual Host pada Apache2!

Kapan digunakan?

🔹 Konsep Virtual Host

Virtual Host memungkinkan satu server Apache melayani banyak website/domain sekaligus.

Apache akan menentukan website mana yang ditampilkan berdasarkan:

  • Nama domain (Name-Based Virtual Host)

  • atau IP Address (IP-Based Virtual Host)

📌 Contoh:

  • domainku.local

  • sekolah.local

  • blog.local

Semua bisa berada di satu server dan satu IP.

🔹 Kapan Virtual Host digunakan?

Virtual Host digunakan ketika:

  • Menjalankan lebih dari satu website di satu server

  • Mengelola hosting multi-domain

  • Praktikum server web & DNS

  • Lingkungan development/testing

Tanpa Virtual Host ➜ hanya satu website (default Apache).

4️⃣ Bagaimana cara memverifikasi Apache2 berjalan dengan benar di Debian Server?

✅ Cara 1: Cek status layanan

systemctl status apache2

Jika muncul:

Active: active (running)

➡️ Apache berjalan normal

✅ Cara 2: Cek konfigurasi Apache

apache2ctl configtest

Output ideal:

Syntax OK

✅ Cara 3: Akses via browser

Buka di browser:

http://IP_SERVER
atau
htp://domainku.local

Jika halaman web tampil ➜ Apache berfungsi

✅ Cara 4: Cek port 80

ss -tulpn | grep :80

Menandakan Apache sedang listen di port HTTP








Komentar